Folge uns
iBookstore
Android app on Google Play
Gefällt mir
Ein Programm der Universität Leiden
Peluncuran Wahana BepiColombo ke Merkurius
9. November 2018

Bulan lalu, peluncuran wahana antariksa BepiColombo menandai awal perjalanan panjang selama 7 tahun menuju Merkurius.

Merkurius. Planet ini berada paling dekat dengan Matahari, sekaligus planet terkecil di Tata Surya. Sebagai salah satu objek terang di langit malam, masyarakat sudah mengenal Merkurius sejak dahulu. Tapi, sampai saat ini Merkurius masih merupakan planet misterius di Tata Surya.

Lokasi Merkurius yang sangat dekat Matahari, membuat planet ini jadi tempat berbahaya untuk dikunjungi. Apapun yang mendekat ke planet ini harus berhadapan dengan suhu super panas lebih dari 450ºC. Hanya ada dua wahana antariksa yang pernah melakukan perjalanan itu. Dan kali ini, BepiColombo siap menghadapi tantangan!

Wahana BepiColombo terdiri dari mesin yang membawa dua wahana pengorbit dalam perjalanan panjangnya melintasi Tata Surya.

Supaya selamat dari panas di sekitar Merkurius, salah satu wahana pengorbit akan melakukan guling barbeku atau berputar 15 kali dalam satu menit untuk mengeluarkan panas. Pengorbit lainnya justru aman karena sudah dibungkus selimut yang akan melindunginya dari sinar Matahari.

Dalam misi ini, kedua wahana pengorbit akan melakukan berbagai penelitian untuk mengungkap teka teki di Merkurius. Untuk itu, keduanya membawa serta sebanyak mungkin instrumen. Apalagi BepiColombo berencana tinggal lebih lama untuk memberikan pandangan jarak dekat dari Merkurius, dibanding dua misi sebelumnya.

Di antara semua teka-teki di Merkurius, BepiColombo akan mencoba untuk memecahkan teka-teki inti raksasa Merkurius. Di Bumi, inti logam yang ada di pusat planet kita itu hanya 17% volume Bumi. Berbeda dengan Merkurius. Inti planet ini menghabiskan 60% volume planet terdekat tersebut!

Tidak ada yang tahu mengapa demikian. Tapi, para astronom menduga kalau dulunya Merkurius terbentuk jauh dari Matahari, dibanding jaraknya sekarang. Ketika planet Merkurius muda sedang mendekati Matahari, ada benda besar lain yang menabraknya.

Tabrakan itulah yang melontarkan sebagian besar batuan yang menyusun Merkurius ke angkasa. Akhirnya planet Merkurius pun jadi semakin kecil dibanding saat baru terbentuk. Inti yang terkubur dalam batuan tetap selamat sampai sekarang.

Fakta menarik

Nama BepiColombo mungkin aneh bagi yang baru pertama kali mendengarnya. Tapi, para astronom memang sengaja memilih nama tersebut dari nama ilmuwan Italia, Giuseppe "Bepi" Colombo, yang ikut mengerjakan misi Mariner 10, misi pertama ke Merkurius.

Share:

Printer-friendly

PDF File
1,0 MB